DAMPAK GADGET TERHADAP PERILAKU ANAK
Disusun Oleh : Zuliana, S.Pd
Di zaman yang serba informatif seperti sekarang ini. Melek teknologi atau teknologi literate menjadi semakin penting karena teknologi telah menjadi bagian integral dari pekerjaan, Pendidikan dan gaya hidup manusia ( Christofora K.2024)
Perilaku sosial adalah suatu tindakan seseorang yang merupakan hasil hubungan antar individu dengan lingkungan sekitarnya yang merupakan tanggapan pada lingkungan sosialnya. manusia adalah mahluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, melainkan sangat membutuhkan bantuan dari
orang lain. Gadget merupakan suatu perangkat elektronik yang memilki fungsi khusus dan praktis dalam penggunaannya salah satu fungsi gadged bisa digunakan untung komunikasi jarak jauh untuk, dengan adanya komunikasi jarak jauh bisa membuat hubungan persaudaraan menjadi dekat.
Gadget menjadi sebuah kebutuhan yang mutlak bagi manusia modern, perkembangan informasi yang bergerak sangat cepat di dunia maya. Sebelum lebih jauh kita membahas tentang gadget, ada baiknya kita tau apa pengertian gadget itu, secara estimologi, gadget adalah sebuah istilah dalam bahasa inggris yang berarti perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Gadget adalah alat electronik yang memiliki pembaharuan dari hari ke hari sehingga membuat hidup manusia menjadi lebih praktis (www.teknopedia.com).
Gadget saat ini sangat digemari kalangan masyarakat bahkan menjadi barang pokok yang wajib dimilki oleh setiap orang, baik kalangan pejabat, masyarakat kelas atas maupun masyarakat kelas bawah dan yang paling gemar menggunakan gadget adalah kalangan remaja dan anak-anak. Seperti yang dikemukakan oleh Gutji dalam Ashifa et al (2021)
Gadget tak hanya digunakan oleh orang profesional, pekerja dan orang tua, tetapi di zaman sekarang anak- anak sudah memakai gadget bahkan pemakaiannya pun lebih mahir daripada orang tua mereka.
Pada awal kemunculannya, gadget di anggap sangat positif karena dapat mempercepat pekerjaan manusia, mencari informasi-informasi baru seperti cara memasak, lowongan kerja, lowongan beasiswa terbaru dan lain sebagainya.
Tetapi seiring waktu berjalan, manusia mulai merasakan efek negatif dari benda ini, seperti masalah kesehatan, masalah sosial, dan ganguan perkembangan pada anak. Sebagian anak sekarang telah menggantungkan hidup mereka pada alat- alat elektronik seperti smartphone atau lebih biasa disebut dengan gadget.
Mereka menggantungkan hidup mereka pada gadget dengan berbagai alasan seperti membantu mengerjakan tugas, mencari ilmu pengetahuan, mencari sumber bacaan, mengikuti perkembangan, dll. Namun tanpa mereka sadari, ketergantungan terhadap gadget yang mereka anggap sebagai penunjang studi mereka, karena adanya gadget yang disalahgunakan justru akan semakin memanjakan anak untuk melakukan tugas sekolah mereka dan juga akan cenderung membatasi kreativitas yang mereka lakukan.
Di zaman sekarang ini, kita sangat jarang melihat anak-anak main permainan tradisional seperti pada saat kita kecil dahulu, malah secara pribadi saya tidak pernah lagi melihat anak-anak bermain hujan, lumpur dan permainan yang di anggap “tidak bersih” oleh sebagian orang tua. Anak-anak di zaman teknologi ini lebih senang mengurung diri di kamar, bermain game memutuskan hubungan sosial dengan teman-teman sebayanya. Maka tidak heran di zaman sekarang ini anak-anak lebih bersifat individualistik, acuh tak acuh dengan lingkungan sekitarnya dan minimnya kepedulian akan hal-hal di sekitarnya, serta rendahnya tingkat kemampuan komunikasi yang baik pada anak.
Dari berbagai artikel yang saya baca, dapat saya simpulkan berbagai macam efek negatif yang dapat timbul pada anak seperti:
Dengan adanya gadget (Smartphone), konsentrasi anak saat belajar mengalami penurunan. Konsentrasi-nya menjadi lebih singkat dan anak tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Anak lebih sering ber-imajinasi mengenai tokoh game yang sering dimainkan pada Gadget nya.
Menurut ketua dewan pembina Komisi Nasional Perlindungan Anak, Dr. Seto Mulyadi, Psi M. Psi, “Kebiasaan anak menggunakan gadget akan merusak kemampuan berkonsentrasi. Memang mengasyikkan, tapi akhirnya terbiasa begitu. Sehingga pada waktu seorang anak harus fokus terhadap sesuatu hal, akhirnya menjadi susah untuk melakukan focus seperti malas membaca dan menulis.
Gadget membuat anak sangat malas membaca dan menulis. Dengan gambar- gambar menarik yang disuguhkan gadget membuat anak malas membaca. Karena membaca itu sesuatu hal yang membosankan, sehingga anak lebih memilih gadget. Selain itu dengan perkembangannya teknologi, membuat aktivitas menulis anak menggunakan gadget. Ini mempengaruhi keterampilan menulis bagi anak, sehingga koordinasi motorik nya jadi kurang bagus. dan tulisan tangan menjadi jelek-jelek.
Saat bangun tidur yang dilihat pertama kali adalah gadget. Saat makan dan kemana pun, tidak pernah lepas dari adanya sebuah gadget. Jika Smartphone tersebut tertinggal, anak rela pulang kerumah untuk mengambil belahan jiwanya. ini merupakan efek candu dari adanya gadget. Saking asik nya, menjadi adiktif sekali. sehingga bila tidak ada gadget, anak-anak merasa gelisah.
Dalam menjawab soal ulangan, adanya gadget menjadi sarana berbuat curang. Dari mencari jawaban melalui Browser, contekan, di catatan, contekan di galeri poto, atau meminta jawaban dari teman sekelas melalui pesan teks dan multimedia. Jawaban ujian sekarang sangat mudahdidapatkan oleh anak. Dalam kurun waktu sedetik, anak-anak bisa mendapatkan jawaban hanya menggunakan gadget.
Saat pelajaran matematika, anak yang telah mengenal gadget langsung sigap untuk mengeluarkan gadgetnya dan menjalankan aplikasi kalkulator. Ini merupakan hal yang buruk dalam perkembangan nalar dan logika, karena anak tersebut tidak percaya dengan pikirannya.
Kemampuan analisa tidak dilatih secara mendalam. Dengan gadget, anak cenderung berpikir secara dangkal. Akhirnya kemampuan analisis menjadi lemah dan tidak dapat menganalisis suatu masalah.
Gadget juga bisa mempengaruhi gaya hidup anak menjadi egois dan berbudaya pamer ke teman sejawat nya. Sifat ini seharusnya tidak dipunyai oleh anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah. Gadget juga dapat mempengaruhi tingkat konsumtif dan konsumerisme anak. Karena anak terbiasa belum dapat memilih informasi secara benar.
Penggunaan gadget akan membuat batasan gerak anak, yang mengakibatkan perkembangan anak terhambat. Anak yang menggunakan gadget secara berlebihan akan berdampak buruk pada prestasi akademik nya. Pengawasan dan penggunaan terhadap gadget harus ektra. Jika tidak diawasi orang tua, bukan menambah perkembangan sang anak menjadi baik, malah prestasi anak menjadi menurun.
Gadget banyak pengaruhnya.Saat menggunakan gadget, anak cenderung tidak melakukan gerak badan. sensor motorik yang tidak digunakan, bisa saja mengakibatkan obesitas. Akibatnya, sensor motorik tidak digunakan oleh anak sejak kecil, bukan hanya keterampilan menulis saja yang menurun, tetapi akan membuahkan penyakit akibat tidak melakukan gerak motorik pada badan.
Gangguan tidur bisa dialami anak-anak, jika menggunakan gadget secara berlebihan.Jika anak mengalami gangguan tidur, maka akan berdampak pada prestasi belajar mereka. Anak cenderung tidak langsung tidur, bila gadget masih ada di genggaman. Akhirnya anak bangun siang dan tidak dapat konsentrasi di sekolah.
Penggunaan gadget secara tidak teratur menyebabkan peningkatan laju kecemasan anak, depresi, autisme, gangguan perhatian, gangguan bipolar, dan gangguan perilaku pada anak. Jika gadget dikonsumsi secara berlebihan dapat mengakibatkan stres pada anak. Biasanya anak stres akibat tidak dapat memenangkan permainan di gadgetnya, sehingga sering mengganggu kondisi mentalnya.
Konten kekerasan dalam gadget, dapat menstimulus anak untuk melakukan hal apa yang dilihatnya. Dampak buruk jangka panjang pada anak yang mengkonsumsi gadget, menjadi lebih agresif dari anak biasanya.
Di kalangan usia dewasa pun tidak luput dari pengaruh buruk gadget ini, pada saat kita bertemu satu sama lain, berbicara, bertukar pikiran dan pengalaman, pasti selalu saja ada yang lebih fokus ke gadget (handphone) dari pada bercerita dan tertawa bersama antar teman.
Karena itu, menurut saya pribadi, manusia zaman modern sekarang kurang menghargai pertemuan dan kebersamaan, mereka dengan mudahnya memang dapat mengatur waktu untuk bertemu, ini efek positif dari gadget. Tetapi setelah bertemu, mereka lebih sibuk dengan gadget masing- masing dari pada berbicara, tertawa dan lain sebagainya inilah efek negatif dari gadget yang jauh lebih besar.
Adapun berbagai dampak positif menggunakan gadget bagi peserta didik yaitu dapat menambah wawasan dari segi informasi, terdapat permainan edukatif yang merangsang daya otak, sebagai media pembelajaran, juga dapat menambah pengetahuan bagi peserta didik (Rini et al., 2021)
pemakaian gadget yang terlalu lama akan berdampak pada perilaku sosial anak, anak menjadi tidak peka terhadap lingkungan sekitarnya. Perubahan perilaku sosial anak yang disebabkan oleh pemakaian gadget. pada anak-anak tidak disarankan melebihi batas waktu perhari, karena menyebabkan anak tidak belajar dan bersosialisasi, kurangnya dalam berinteraksi sosial dengan teman seabaya, siswa cenderung mengacuhkan lingkungan sekitar, akan membuat proses interaksi sosial berkendala karena fokus anak akan berpindah dari lingkungan sekitarnya ke gadget .
Solusi yang mungkin bisa saya tawarkan dari permasalahan ini adalah :
Untuk orang tua perlu memberi perhatian dan pendekatan lebih terhadap anak seperti lebih mengutamakan hoby anak agar meminimalisir anak dalam menggunakan gadged.
Memang gadget adalah alat yang semakin membuat hidup kita menjadi lebih mudah, tetapi apabila berlebihan digunakan akan timbul masalah-masalah kedepannya,
Bukankah agama kita, agama islam melarang sesuatu yang berlebih-lebihan bukan? Jangan sampai gadget menjadi “pengikat” bagi hidup kita.
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...