
Rantau Rasau,MIN 1 Tanjab Timur - Semangat membara menyelimuti ruang pertemuan MIN 1 Tanjab Timur pada hari Sabtu (7/2/2026), yang merupakan terakhir pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bintek) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Sebanyak 101 peserta yang merupakan tenaga pendidik dari empat madrasah berbeda yang tergabung dalam Madrasah Terpadu tampak sangat antusias menyerap materi pamungkas yang disampaikan oleh narasumber.

Bintek ini menjadi momentum penting bagi para guru untuk merefleksikan kembali cara mengajar yang tidak hanya mengandalkan logika, tetapi juga menyentuh hati para siswa.
Sentuhan "Cinta" dalam Pendidikan
Sebagai narasumber Dr. Shiddiq, S.Ag., M.Pd., memberikan paparan yang mendalam mengenai implementasi KBC di ruang kelas. Beliau menekankan bahwa pendidikan berbasis cinta adalah kunci untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan humanis.

"Kurikulum ini bukan sekadar teks, tapi tentang bagaimana guru hadir sebagai orang tua kedua yang memberikan rasa aman dan kasih sayang kepada muridnya," ujar Dr. Shiddiq dalam salah satu sesi materinya.
Meskipun telah memasuki hari terakhir, tidak tampak kelelahan di wajah para peserta. Diskusi dua arah berjalan sangat aktif, terutama saat membahas simulasi penanganan siswa dengan pendekatan kasih sayang. Interaksi antar-guru dari empat madrasah ini juga menciptakan ruang kolaborasi dan berbagi pengalaman yang berharga.

Salah seorang peserta mengaku bahwa Bintek ini "membuka mata" bahwa keberhasilan akademik siswa sangat dipengaruhi oleh kedekatan emosional antara guru dan murid.
|
29x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tanjung Jabung Timur dan Sekitarnya
Memuat tanggal...